SURABAYA – Sebagai wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas), Program Studi S1 Matematika Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan program edukasi dan peningkatan kapasitas pendidik pada Senin, 31 Agustus 2026.

Mengusung tema “Designing Meaningful Learning with Digital and Immersive Technologies in Higher Education”, kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini menyasar jajaran dosen serta mahasiswa sebagai calon pendidik masa depan, untuk memecahkan masalah metode pengajaran di era digital.

Dalam program pengabdian ini, Prodi S1 Matematika UNAIR menggandeng pakar pendidikan internasional, Dr. Azyan Yusra Kapi @ Kahbi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kehadiran beliau bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan terkait riset pendidikan dan pemanfaatan teknologi imersif yang aplikatif bagi masyarakat luas.

Memberdayakan Pendidik Melalui Pembelajaran Bermakna

Dalam upaya memberdayakan para pendidik, Dr. Azyan memaparkan bahwa perancangan pendidikan yang bermakna (meaningful learning) harus menjadi solusi atas kendala belajar peserta didik. Pendekatan ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah nyata di lapangan.

“Kita harus menganalisis topik-topik apa saja yang sulit dipahami (struggling topics). Hal ini bisa dievaluasi dari kesalahan-kesalahan saat kuis atau nilai yang kurang optimal. Dari sana, kita merancang intervensi pengajaran yang tepat,” urai Dr. Azyan.

Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut, Dr. Azyan melatih peserta pengmas untuk mengimplementasikan Make the Problem Visible dan Active Learning. Para peserta dibekali tiga panduan utama untuk merancang modul di kelas: What is difficult to understand?, What evidence would show a change?, dan What is the experience in our head?.

Implementasi Teknologi Imersif dan Metode SPARK

Guna meningkatkan kualitas SDM pendidik di masyarakat, diberikan pula pelatihan tiga tahap implementasi pembelajaran imersif, yaitu:

Sebagai wujud penerapan teknologi tepat guna, metode SPARK turut didemonstrasikan. Metode ini membekali para peserta dengan kemampuan mengintegrasikan Multimedia, Practice, Analogies, dan Quiz untuk menyederhanakan konsep pelajaran yang abstrak—khususnya matematika—agar lebih membumi dan mudah dipahami siswa.

Dedikasi Kampus untuk Masyarakat

Ketua Program Studi S1 Matematika UNAIR, Cicik Alfiniyah, S.Si., M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah dedikasi nyata kampus bagi kemajuan dunia pendidikan.

“Kami berharap melalui program pengabdian masyarakat ini, para staf pengajar dan mahasiswa calon pendidik dapat mempraktikkan langsung wawasan baru dalam merancang proses belajar interaktif berbasis digital. Pendekatan seperti SPARK sangat dibutuhkan masyarakat saat ini untuk mengubah stigma bahwa matematika itu sulit, menjadi sesuatu yang bermakna dan aplikatif,” ungkap Cicik Alfiniyah.

Ditutup dengan sesi diskusi dan konsultasi interaktif selama dua jam, kegiatan Pengmas ini membuktikan komitmen Prodi S1 Matematika Universitas Airlangga untuk terus turun tangan menyebarluaskan inovasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat, selaras dengan semangat UNAIR, Excellence with Morality.