SURABAYA – Matematika sering dipandang sebagai mata pelajaran yang “sulit” dan “tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata”. Padahal, matematika adalah bahasa universal yang menjadi fondasi dari hampir semua bidang ilmu dan profesi, khususnya di era industri 4.0. Dari perhitungan ekonomi dan bisnis, perancangan di bidang teknik, analisis data, hingga inovasi di bidang nanoteknologi dan kecerdasan buatan, semuanya berangkat dari konsep matematika. Pemahaman akan luasnya “spektrum” aplikasi matematika ini penting untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.

Sebanyak 168 siswa kelas X antusias mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi Matematika UNAIR dengan tema “Peningkatan Kompetensi Matematika Siswa Melalui Pengenalan Spektrum Matematika untuk Siswa SMAN 1 Saradan Kabupaten Madiun”. Kegiatan yang dikemas dengan judul singkat “Spektrum Matematika dalam Kehidupan” ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Oktober 2026, bertempat di Musholla SMAN 1 Saradan, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengubah mindset siswa bahwa matematika bukan sekadar rumus yang menakutkan, melainkan ilmu yang sangat luas spektrumnya dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dr. Yayuk Wahyuni, M.Si. selaku Ketua Tim Pengmas menjelaskan bahwa rendahnya motivasi belajar matematika seringkali disebabkan karena siswa tidak melihat relevansi matematika dengan cita-cita mereka. “Melalui Spektrum Matematika, kami ingin menunjukkan bahwa matematika ada di balik beragam bidang kehidupan mulai dari keamanan data dan password, logistik dan optimasi, bahkan juga Google Maps dan media sosial. Intinya, matematika itu ada di mana-mana,” ujarnya.
Waka Humas SMAN 1 Saradan, Ibu Atik Kushindarti, S.Pd, dalam sambutan pembukaan menyampaikan rasa terimakasih kepada tim pengabdian masyarakat Program Studi Matematika UNAIR yang telah memilih sekolah tempat beliau mengajar sebagai sasaran kegiatan yang berarti menambah ilmu dan wawasan kepada anak didiknya. Beliau berharap substansi kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mempelajari matematika dengan lebih tekun.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini terdiri dari sesi motivasi yang disampaikan oleh Dr. Eridani, M.Si., dilanjutkan dengan sesi pengenalan spektrum matematika dalam berbagai bidang kehidupan mulai dari pengaturan keuangan pribadi hingga mencari peluang karir. Materi ini disampaikan oleh Drs. Edi Winarko, S.Kom. Selain materi yang disampaikan oleh dua dosen tersebut, juga ada materi terkait pentingnya belajar matematika dan prospek kerja matematikawan yang disampaikan oleh Rifki Miftah Fauzi, mahasiswa semester akhir pada Program Studi Matematika UNAIR. Penyampaian materi oleh mahasiswa ini cukup menarik perhatian siswa dengan munculnya beberapa pertanyaan yang menarik dan relevan dengan materi yang disampaikan.
Dalam sesi terpisah setelah kegiatan, Waka Kesiswaan Bapak Agus Sugiarto, S.Kom menyampaikan rasa terimakasihnya karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa, dapat memberikan pencerahan tentang pentingnya matematika dalam kehidupan. Beliau berharap pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini dapat meningkatkan minat siswa untuk studi lanjut mengingat bahwa sampai sejauh ini sebagian besar lulusan SMAN 1 Saradan memilih langsung bekerja setelah lulus.
Via, salah seorang siswa kelas X yang mengikuti kegiatan ini menyatakan bahwa ternyata matematika sangat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mengikuti kegiatan ini Via mendapat wawasan tambahan tentang prospek kerja lulusan Program Studi Matematika. Semula dia mengira bahwa lulusan bidang matematika hanya akan bekerja di bidang formal seperti akuntansi, namun ternyata banyak kesempatan kerja yang lebih luas, bahkan untuk menjadi seorang CEO sekalipun.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memiliki keterkaitan erat dengan beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs) di antaranya adalah pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan akses pendidikan bagi semua kalangan. Selain itu,
kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dimana pendidikan merupakan salah satu eskalator utama menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui
perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, diharapakan angka
kemiskinan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat diturunkan dan
diminimalisir secara berkelanjutan. Pada akhirnya, pelaksanaan kegiatan ini selaras dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui kesetaraan dan kesempatan menikmati pendidikan tinggi bagi semua siswa.