
Sebagai upaya memperkuat kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang mendorong kemampuan penalaran dan literasi siswa, Program Studi S1 Matematika Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bekerja sama dengan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya ini dikemas dalam bentuk pelatihan Problem-Based Learning (PBL) dengan tema Peningkatan Kapasitas Guru SMA melalui Pelatihan Problem-Based Learning untuk Menguatkan Penalaran dan Literasi dalam Meningkatkan Kemampuan Akademik Siswa. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Nenik Estuningsih, M.Si.
Pelatihan ini diikuti oleh 28 guru SMA Muhammadiyah (SMAM) 7 Surabaya atas dukungan penuh pihak sekolah. Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMAM 7 Surabaya, Rufiah, S.Pd., yang mengapresiasi positif pelatihan ini karena berdampak besar bagi kompetensi guru dan pembelajaran siswa. Untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai metode Problem-Based Learning (PBL) dalam menguatkan penalaran serta literasi siswa, pelatihan ini menghadirkan pakar dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Liliek Susilowati, M.Si.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai metode pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) serta kaitannya dengan pengembangan kemampuan penalaran dan literasi siswa. Setelah mengikuti pemaparan materi dan diskusi interaktif, peserta mengerjakan post-test untuk mengevaluasi perkembangan pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Evaluasi kegiatan juga dilakukan melalui pengisian kuesioner dan penyampaian testimoni oleh peserta. Salah satu peserta, Ibu Ani Kusuma, guru Geografi SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, menyampaikan bahwa pelatihan ini membantu guru memahami beragam pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Menurutnya, PBL mendorong guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran, sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pemikiran, melakukan penelitian, dan menyajikan data di kelas. Hasil evaluasi dan masukan peserta selanjutnya menjadi bahan refleksi bagi tim pengabdian untuk menilai efektivitas pelaksanaan pelatihan serta merancang tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan penugasan terstruktur berupa penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk satu topik pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru. LKPD yang disusun kemudian ditelaah dan diberikan umpan balik konstruktif oleh tim pengabdian beberapa hari setelah pelatihan. Melalui penugasan dan pendampingan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan LKPD yang menerapkan prinsip Problem-Based Learning (PBL) serta mendukung penguatan kemampuan penalaran dan literasi siswa
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui penguatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang mendorong kemampuan penalaran dan literasi siswa. Kegiatan ini juga mendukung SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara Universitas Airlangga dan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Sejalan dengan itu, kegiatan ini mendukung arah AIRLEARN (Airlangga Inclusive and Resilient Lifelong Education, Access, Resources, and Network) yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat melalui akses pendidikan, peningkatan keterampilan, teknologi pembelajaran, dan pemberdayaan pendidikan masyarakat, terutama dalam pengembangan keterampilan pendidik dan penguatan pembelajaran berkelanjutan.