SURABAYA – Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kuliah tamu prestisius bertajuk “Mathematical Insights into Brain Disease Dynamics Using Novel Approaches” pada Kamis, 30 April 2026. Acara yang bertempat di Ruang Sidang FST UNAIR ini menghadirkan Associate Professor Dr. Muhammad Farman, pakar terkemuka sekaligus Vice President Mathematics Research Center dari Near East University, Türkiye.

Dalam paparannya, Dr. Farman menyoroti urgensi pemodelan matematika dalam memahami kompleksitas penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan Huntington. Beliau memperkenalkan penggunaan Fractional Calculus (Kalkulus Fraksional) sebagai instrumen yang jauh lebih akurat dibandingkan kalkulus standar karena kemampuannya menangkap “efek memori” dan interaksi non lokal dalam jaringan saraf otak.

“Model matematika bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jendela untuk memprediksi perilaku sistem biologis yang rumit,” ujar Dr. Farman. Beliau membedah model MABC (Modified Atangana-Baleanu-Caputo) yang dikembangkannya untuk menganalisis interaksi antara sel otak sehat, sel terinfeksi, dan efektor imun. Melalui simulasi numerik berbasis polinomial Newton, Dr. Farman menunjukkan bagaimana parameter seperti angka reproduksi dasar dapat membantu tenaga medis menentukan kondisi stabilitas penyakit.

Tidak hanya membahas teori teknis, kuliah tamu ini juga memberikan motivasi besar bagi mahasiswa. Dr. Farman menegaskan bahwa matematika adalah “Superpower” di era Artificial Intelligence (AI) dan Data Science. Beliau mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada pemahaman teori saja, tetapi mulai menjembatani ilmu tersebut dengan praktik nyata melalui pemrograman (seperti Python) dan pengerjaan proyek data.

Kuliah tamu ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa Matematika UNAIR mengenai aplikasi luas matematika dalam bidang kesehatan (neurologi) serta memicu semangat inovasi dalam penelitian kolaboratif internasional.